Oleh: ewon | Mei 11, 2008

senja

Sore yang temaram
Mentari perlahan mulai tenggelam
Berganti malam yang kelam
Disini ku duduk terdiam
 
Seperti arca diam tak bergeming
terlalut dalam suasana hening
membias hati yang berubah bening
Bersinar menyala seperti mata sang kucing
 
Tuhan pencipta alam
hamba hanyalah mahkluk yang mencari kalam
Menuju kehidupan yang terahmati
menjaga sebuah hati yang  suci
 
Dosa dan khilaf terus hamba lakukan
tidak karena ingin tapi ketidaktahuan
kini datang sang rembulan
tiada bersujud dan bersembah bukan
 
Tuhan ku yang maha kuasa
maafkan hamba yang telah bergelimang dosa
Menjalani hidup tanpa merasa
Semua hanya inginkan asa
 
kini hamba sadar
telah jauh hati tersasar
kembalikan hamba kedasar
manjadi peribadi yang baik tak kasar
laksana bunga yang indah mekar
 

Dalam perenungan, menikmati rembulan 


Kategori

%d blogger menyukai ini: