Oleh: ewon | Maret 22, 2008

perjalanan-hidup

“Orang-orang yang beriman berperang pada jalan Allah, orang-orang kafir berperang pada jalan Thagut”

Dua jalan kehidupan

1. Allah memberi 2 jalan kehidupan :
a. Jalan Allah (Kebenaran)
b. Jalan Syaitan (Kebatilan)

2. Jalan-jalan itu tidak dapat dilihat dengan mata kasar dan akal tetapi hanya dapat dilihat dengan mata hati, karenanya manusia yang mampu melihat kebenaran itu luar biasa.
3. Paling kuat akal hanya dapat melihat 5 % saja dari jalan-jalan ini.

Jalan hidup membentuk identitas

Manusia akan hidup mengikut corak jalan hidup yang di dapat.
1. Orang yang mengikut jalan Allah
” Penuh kehambaan, berakhlak, tawadhu, berkasih sayang, menjadi orang bertaqwa, tujuan akhirnya ke Syurga.
2. Orang yang mengikut jalan Syaitan
” Pecah belah, huru-hara, penuh krisis, menjadi orang durhaka, tujuan akhirnya Neraka.

JALAN KEBENARAN

Sifat Jalan Kebenaran

1. Tujuannya adalah Allah yang merupakan :
” Cinta agung
” Tujuan hidup
” Sumber cinta agung

2. Nyata dari Allah dalam Al Qur’an dan Hadis. Maksud firman Allah :
“Kebenaran itu dari tuhanmu, maka jangan sekali-kali kamu termasuk dalam golongan yang ragu”
[ Q.S. Al Baqarah : 147]

3. Tidak dapat dibuat-buat oleh manusia.

4. Harus lengkap dalam seluruh aspek hidup

” Ibadah yang betul
” Muamalah yang betul
” Jihad yang betul
” Tarbiah yang betul
” Munakahah yang betul
” Dakwah yang betul
” Dan lain-lain

5. Karena itu dipastikan :
” Ilmu yang cukup
” Pimpinan yang berterusan
” Muhasabah, mujahadah dan muraqabah selalu

6. Untuk mengikuti jalan ini sangat susah, oleh karena itu sangat sedikit yang dapat melaluinya. Firman Allah SWT :
“Dan sangat sedikit dari hamba-hambaKu yang bersyukur”
[ Q.S. Saba’ : 34]
Nama-nama Jalan Kebenaran

Jalan teguh, jalan lurus (shiratum mustaqim), jalan kepimpinan, jalan petunjuk (sabilul huda), jalan Allah (sabilullah), jalan lurus, jalan kuat, sabilul rosyad, sabilul mutain, sabilul qawim, sabilul najah.

JALAN SYAITAN

Sifat Jalan Syaitan

1. Tujuan akhirnya Neraka
2. Semua jalan hidup buatan manusia termasuk jalan syaitan
3. Ada banyak bentuk dan peringkat

Peringkat-peringkat Jalan Syaitan

1. Jalan tepi jurang
” Langsung tidak dapat kebenaran, sesat 100 %
” Harus jatuh, tidak sempat berjalan.
” Termasuk jalan ini adalah orang-orang bukan Islam (Budha, Hindu, Yahudi, Kristen, Atheis, Pagan, dan lain-lain).

2. Jalan simpang siur
” Beramal Islam hanya akidah dan ibadah.
” Bidang lain menggunakan akal, fikiran, ideologi baik dari diri sendiri atau dari orang lain.
” Selalu berkrisis dalam hidup.

3. Jalan lurus di pangkal, belok di ujung
” Akidah betul, niat betul, cara betul tetapi tertipu dalam perjalanan.
” Macam orang berjalan kemudian terjadi kecelakaan, tabrakan dan lain-lain. Contoh : shalat niatnya betul, tapi dirusakkan oleh riya’, ujub, sum’ah, mengumpat dan lain-lain.
” Jalan ini tidak selamat karena Islam dikira di ujung (akibatul umur).

4. Jalan bengkok di awal
” Orang Islam akidah betul, tetapi tidak melaksanakan perintah Allah.
” Kalaupun buat, dikerjakan secara jahil, tidak diniatkan karena Allah dari awal hingga akhir.

5. Jalan bengkok di awal, lurus di ujung
” Orang Islam mula-mula kurang berhati-hati lalai lahir dan batin karena tidak ada ilmu. Tetapi di akhir Allah pimpin. Contoh : mula-mula riya’ akhirnya dapat membuangnya.

6. Jalan bengkok lurus, bengkok lurus
” Orang Islam senantiasa mujahadah tetapi belum berhasil.
” Masa taubat betul-betul qat’I, jazam, tetapi bila jumpa maksiat buat lagi.
” Orang ini baru pada peringkat Nafsu Lawwamah.

7. Jalan lurus, orang yang berjalan tidak lurus
” Orang Islam menempuh jalan lurus tetapi dia melakukannya secara tidak berakhlak dengan manusia dan dengan manusia. Contoh : berdakwah lebih banyak mengutuk orang daripada menginsafkan orang. Atau ada orang yang shalat dengan cepat-cepat.

Tertipu

Kita sering tidak merasa berada di jalan syaitan karena kita meniti di jalan kebenaran : durhaka dalam taat. Jalan kebenaran sangat susah. Oleh karena itu menangis selalu, merasa berdosa selalu. Berdoalah :

“Ya Allah tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu kebenaran dan rezekikanlah kepada kami untuk mengikutinya, dan tunjukkan kepada kami kebatilan itu kebatilan dan jauhilah kami daripada mengikutinya.


Kategori

%d blogger menyukai ini: