Oleh: ewon | Januari 30, 2008

kunci ketenangan

1. sholat tahajud

“Hai orang-orang yang berselimut; Bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit dari padanya; yaitu seperdua atau kurangilah seperdua itu sedikit” (QS Al Muzzammil Ayat 1-3) Ayat ini berisi perintah kepada orang-orang yang dirundung kesusahan, dilanda kegelisahan (dikiaskan dengan berselimut) untuk bangun dimalam hari dan mendirikan salat agar memperoleh kekuatan dan terbebas dari kesedihan dan kekhawatiran. Ada jaminan dari Allah apabila hamba-Nya berdoa pada waktu kira-kira jam 24.00 – 04.00 doanya akan dimakbul.

“Dan pada sebagian malam hari, bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhanmu mengangkat ke tempat terpuji,” (QS Al Isra : 79)“Sesungguhnya bangun  di waktu malam itu lebih tepat (untuk khusuk) dan bacaan di waktu itu lebih terasa. Sesungguhnya pada siang hari kamu mempunyai urusan yang banyak (QS Al Muzzammil : 6-7)”

 2.Membaca Al Qur’an  dengan tartil“Dan bacalah Al Qur’an dengan perlahan-lahan (QS Al Muzzammil : 4)” Pada suatu ketika, datanglah seseorang kepada sahabat Rasulullah saw yang bernama Ibnu Mas’ud r.a. Orang itu meminta nasihat kepadanya,” Wahai Ibnu Mas’ud berilah nasihat  yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tenteram, jiwaku gelisah, dan pikiranku kusut, makan tak enak, tidur pun tak nyenyak”Maka Ibnu Mas’ud menasihatinya :”Kalau penyakit itu yang menimpamu, bawalah hatimu untuk mengunjungi tiga tempat, yaitu (1) ke tempat orang yang membaca Al Qur’an, engkau baca Al Qur’an atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya. Atau engkau pergi (2) ke majelis taklim yang mengingatkan hati kepada Allah Swt. Atau engkau (3) cari waktu dan tempat yang sunyi, disana engkau berkhalwat, beribadah kepada Allah Swt, umpamanya  di tengah malam buta saat orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan  salat malam meminta kepada Allah Swt, agar diberi hati yang lain karena hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu.”

3. Zikir“Sebutlah nama Tuhanmu dengan penuh ketekunan,” (QS Al Muzzammil : 8) Ibnu Qayyim berkata :
”Seorang Mukmin yang bertafakur dan berzikir, akan dibukakan baginya pintu untuk dapat bersepi-sepi dan menyendiri di tempat sunyi dengan suara dan gerakan. Semuanya memberikan kekuatan hati.

4. Tawakal

“Dialah Tuhan Masyrik dan Magrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung,” (QS Al Muzzammil :9)Dialah Tuhanmu yang berkuasa di Timur dan di Barat. Maka, serahkanlah dirimu pada kehendak-Nya. Serahkan dirimu dengan penyerahan yang sepenuhnya, tawakal.

5.sabar

“Dan bersabarlah engkau terhadap apa yang mereka ucapkan,” (QS Al Muzzammil :10)

6. Keenam : Hijrah“Dan jauhilah mereka dengan cara yang baik,” (QS Al Muzzammil : 10)

Allah Swt berpesan dengan memerintahkan : Hijrahlah engkau dengan cara hajran jamila, yaitu buatlah garis demarkasi, yakni suatu garis batas antara yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang salah(farauq)pemisah

 dalam kata hijrah terbagi menjadi dua bagian:

1.hijrah hidiah yang dilakukan  seperti siatas

2. hijrah nahiah yang hanaya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu.

mudah-udahan bermanfaat untuk diri kita

sumber: cara-ciri alilmu


Kategori

%d blogger menyukai ini: