Oleh: ewon | Agustus 8, 2007

Tauhid{kaidah}

<>.Sesungguhnya kaidah Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar; satu-satunya yang diterima dan diridloi Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa untuk hamba-hamba Nya, yang merupakan satu-satunya jalan menuju kepada Nya{allah} kunci kebahagiaan dan jalan hidayah, tanda kesuksesan dan pemelihara dari berbagai perselisihan, sumber semua kebaikan dan nikmat, kewajiban pertama bagi seluruh hamba, serta kabar gembira yang dibawa oleh para rasul dan para nabi adalah IBADAH HANYA KEPADA ALLAH Subhaanahu Wa Ta’ala SEMATA TIDAK MENYEKUTUKANNYA.

 <>.Bertauhid dalam semua keinginannya terhadap Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, bertauhid dalam urusan penciptaan, perintah-Nya dan seluruh asma (nama-nama) dan sifat-sifat Nya. *Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An Nahl: 36)

*”Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS At Taubah: 31)

*”Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS Az Zumar: 2-3) *”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus” (QS Al Bayyinah: 5)

<>.syareat pun bisa diibaratkan “baju” yang dipakai untuk lahir sedangkan hakekat baju batin. Mungkin hanya Allah yang memakaikan baju batin buat kita. Bahkan bagi para shiddiqiin, dan para ‘aabidiin, memiliki keistimewaan diri (batin) adalah ibarat “haid” bagi laki-laki. Merupakan sesuatu yang malu jika menampakannya. Ini persis seperti yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Nurcholis Madjid,{almarhum} beliau suatu ketika berkata: “dalam agama yang lebih mendalam, kebaikan itu justru disembunyikan.” Mungkin contoh yang gampang adalah jika kita bersedekah agar terjaga nilai batiniahnya, maka janganlah ditampakkan. Walaupun dengan menampakkan sedekah sama-sama berpahala di sisi Allah.

*Akhirnya, jika kita sudah berbaju lahir, dengan menjalankan syareat yang mantap, maka tidak mustahil baju “batin” akan bertambah kuat. Dengan kuat dan semakin tebalnya baju batin, boleh jadi dan tidak mustahil, diri kita mampu terlidungi dari cuaca yang menggerogoti batin. Berarti dengan sendirinya, kita akan dilindungi Allah swt. (Al Fath: 4).


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: