Oleh: ewon | Agustus 7, 2007

Syarat-syarat Menjadi Guru Tarekat {Mursyid}

Menjadi guru tarekat (mursyid) tidak semudah seperti menjadi guru pada umumnya. Seorang mursyid harus memiliki kualifikasi khusus. Hadratusy Syekh Hasyim Asy`ari menetapkan syarat-syarat guru tarekat seperti ungkapan di bawah ini :

ومن شرائط الشيخ ان يكون عالما بالاوامر الشرعية عاملا بهاواقفا على اداب الطريقة سالكا فيهاكاملا فى عرفان الحقيقة وواصلا اليهاومحرصا عن جميع ذلك

Artinya : “Diantara syarat guru tarekat adalah alim atas perintah-perintah syara`, mengamalkannya, tegak di atas adab-adab tarekat serta berjalan di dalamnya, sempurna pengetahuannya tentang hakekat dan sampai pada hakekat itu serta ikhlas dalam semua hal tersebut”.

:Hadratuy Syekh juga mengutip ungkapan Imam Al-Junaidi ra. Melalui ungkapannya

علمناهذا مقيد بالكتاب والسنة فمن لم يقرأ القران ولم يكتب الحديث ولم يجالس العلماء لايقتدى به فى هذا لشأن

Artinya : “Ilmu kita ini (tarekat) terikat oleh Al-Qur`an dan Assunnah. Siapa saja yang belum belajar Al-Qur`an dan As-Sunnahdan tidak pula pernah duduk di depan para Ulama (untuk menuntut ilmu) orang tersebut tidak boleh diikuti di dalam tingkah laku tarekat ini”.

Syekh Ahmad at-Tajibi dalam kitab Mabaahisul Ashliyah yang teruntai dalam nadhamnya :

عار لمن لم يرض العلوما – ويعلم الموجود والمعدوما

ولم يكن فى بدئه فقيها –  وسائر الاحكام ما يدريها

والحد والاصول واللسان – والذكر والحدود والبرهانا

ولم يكن احكام علم الحال – ولا درى مراتب الرجال

وعلم السر النسخ والمنسوخ – ان يتعاطى رتبة الشيوخ

Artinya : Buruk sekali bagi orang yang belum belajar ilmu-ilmu Belum mengetahui yang maujud dan yang ma`dumTidak pula mengerti hukum IslamTidak pula mengetahui seluruh hukum-hukumJuga tidak tentang ketetapan, ilmu ushuluddin dan nahwuDemikian pula tidak mengetahui ilmu Al-Qur`an, pidana dan burhanDan tidak pula mendayakan ilmul halDan juga tidak mengerti tentang martabat para guruSerta tidak mengetahui rahasia ilmu nasakh dan mansukhSungguh buruk sekali oraang demikian itu apabila iaMenduduki martabat para syekhSyekh Hasyim Asy`ari mengatakan betapa buruk gambaran seseorang yang mengaku menjadi guru tarekat, sementara belum mendalami semua ilmu sebagaimana terebut di atas. Beliau menyarankan kepada kita, jika belum menemukan guru seperti kriteria yang telah disebutkan pada syarat diatas, maka seseorang boleh mencukupkan diri dengan “Tarekat Sullam, Safinah, Bidayah dan lainnya.

Sumber : Kitab Ad-Durorul Muntatsirah 


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: