Oleh: ewon | Desember 26, 2006

KEANGKUHAN

><*batu yang diam, keras dalam dentum arus tak ke mana
*Udara luka dalam cucuran darah
>Menetes beratus tahun, mengikis keringat kebisuan nurani

><Bahasa batu yang dingin
><Beku meremas ribuan abad rindu dendam
><Mencari-cari udara terbuka
><Kekosongan yang menyimpan dengus nafas hewan liar
*Yang mencari mangsa
><Dalam sejengkal jiwanya

><Kupilih bahasa batu
><Buat memecah keangkuhan nuranimu

><Semua -sama saja: bahwa kita berada di antara ribuan fosil
><Badut-badut abad purba kala
><Kematian masa lalu masih jua dikabarkan
><Oleh lelucon -lelucon abad kini

> Engkau pasti tak punya kata-kata
< Tetapi tidak penting lagi berkatakata
> Udara ini hanya terbuka untuk segala omongkosong
>< Kita jadi pendengar yang memilih tuli dan gagap
>< Melupakan keyakinan pada bahasa nurani
><Kebencian,kebohongen,kegoblokanĀ  cermin dan gambar diri *sendiri

>< Engkau pasti tak bisa menangis
>< Buat apa?
><Sedangkan kita tak percaya lagi air mata


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: