Hidup adalah sebuah perjalanan menuju kematian ,dimana kita hidup akan mengalami azal(mati) ,maka hidup kita itu hanya lah bersipat sementara dan tidak akan kekal tuk hidup
Dengan ini maka kita harus pergunakan waktu yg singkat
jadi: Bukan jaman yg harus kita ikuti ,tetapi diri kita pula yg harus mengarah kepada jalan yg tlah di tentukan oleh nya ,dengan mengikuti pedoman yg tlah di tentukan, baik tersurat atow pun tersirat
Cantiknya wujud adalah lautan keindahan tiada tara yang dilihat oleh hamba-hamba yang tenggelam dalam samudera IngatanNya akan diriNya sendiri. Maka, jelas dalam jiwa-jiwa mereka adalah nyanyian merdu alastu birobbikum. Apa yang mereka lihat? Samudera dalam sekendi air, bahkan segenap kehidupan dalam setetes air. Mentari dalam rembulan, bahkan Sang Maha Matahari Bersinar di dalam hati namun sejuk sekali. Kesucian Nya Yang Maha Suci dalam tasbih-tasbih, bahkan dalam desahan dan keluhan.
Kehidupan ini bagi Pengingat, adalah Nan Diingat
Keberadaan ini bagi Pecinta, adalah Nan Dicinta
Pengingat -lah nan Diingat, dan nan dingingat -lah pengingat
Sebagaimana Layla tampak bagi Majnun, walau di mata domba, dan Majnun tampak bagi
Layla walau dibalik domba
Bahwasanya orang yang senantiasa tenggelam dalam ingatan kepadaNya adalah diriNya sendiri, sebagaimana menurut Ibn ‘Arabi (q.s.) tentang makna man ‘arafa nafsahu faqod ‘arafa robbahu, barangsiapa mengenal bahwa dirinya adalah ketiadaan, dan tiada selain Dia, maka Ia telah mengenal TuhanNya, yakni Yang Maha Ada. Yakni, pedzikir kepadaNya di kalangan orang-orang yang lalai, adalah orang yang telah mati sebelum mati, telah terbuka hijab baginya bahwa dirinya tiada, dan Yang Ada hanyalah Dia Semata. Man ‘arafa nafsahu, yakni barang siapa mengenal dirinya, bahwa dirinya adalah ketiadaan, dan Yang Ada hanyalah Dia, faqod ‘arafa robbahu, maka Dia Mengenal Tuhannya, dan mengenangNya setiap saat. Mengenang KaruniaNya, KeIndahanNya, Samudera AmpunanNya, Bahari KenikmatanNya, Mentari RahmatNya, Kelembutan WujudNya dan IndahNya yang mengaliri seluruh alam dini dengan merah delima dan merah mutiara mata-mata perindu padaNya yang memerah, pula desah-desah rintihan persatuan padaNya yang melarik ke langit, serta gelinjang-gelinjang hati-hati pecintaNya yang bak ikan mas berenang-renang di samudera luas keberadaanNya.
Aku hanya seorang manusia yg tak luput dari kehilapan dan ke alpaan .
Dan aku hanya bisa berharap dan merencanakan,apapun yg aku hendaki .
hanya dialah yg maha agung lagi maha adil.
Dan aku hanya bisa berdo’a kepada nya ,(UD,UNI PASTAJIBLAKUM )itulah jangji (alloh) ,maka aku tak kan berhenti tuk memita kepadanyah
dan aku tak akan merasa lelah tuk memohon karena doa yang belum terijabah semasa di dunia mungkin pula akan bermangpaat buat di akhir nanti .
Ihfadzillaha tajidhuhaissu tajahta:peliharalah baik-baik hubungan mu dengan alloh,pasti engkow menemuinya,dan akan bertemu dengan nyah kemana saja engkow pergi.
terimakasih wordpress ,,,, tlah memberikan solusi tuk mencurah kan segala aspirasi ku dan memberi sahabat yg berarti
berpesan :Seseorang yang tidak melakukan dosa, lalu menganggap bahawa dirinya tidak lagi berdosa, sesungguhnya dia telah melakukan satu dosa yang teramat besar. Seseorang yang telah melakukan dosa, lalu senantiasa bersungguh-sungguh memohon keampunan daripada Allah, maka dialah yang terampun dosanya.
curahan hati seorang yg teraniyaya ,jadi ini merupakan separuh kisah yg di alami
modah-modahan bermanfaat dan hanya toek mengingatkan diri semata