Sore yang temaram Mentari perlahan mulai tenggelam Berganti malam yang kelam Disini ku duduk terdiam Seperti arca diam tak bergeming terlalut dalam suasana hening membias hati yang berubah bening Bersinar menyala seperti mata sang kucing Tuhan pencipta alam hamba hanyalah mahkluk yang mencari kalam Menuju kehidupan yang terahmati menjaga sebuah hati yang suci Dosa dan khilaf terus hamba lakukan tidak karena ingin tapi ketidaktahuan kini datang sang rembulan tiada bersujud dan bersembah bukan Tuhan ku yang maha kuasa maafkan hamba yang telah bergelimang dosa Menjalani hidup tanpa merasa Semua hanya inginkan asa kini hamba sadar telah jauh hati tersasar kembalikan hamba kedasar manjadi peribadi yang baik tak kasar laksana bunga yang indah mekar
Dalam perenungan, menikmati rembulan