Oleh: ewon | Agustus 5, 2007

napsu{amaroh}

  Napsu {amaroh} ada dua bagian : napsu besar dan napsu kecil ,sementara untuk napsu besar {amaroh}  tidak perlu di  bahas ,karena mungkin   kebanyakan kita  mengalami nya dalam sehari-hari,dan tak luput pula sampai terjadi pembunuhan  di karenakan   napsu yg besar itu .

napsu mutmainah

<>.Nafsu muthmainnah artinya adalah nafsu yang tenang. Disebut nafsu yang tenang karena hasrat dan gairah duniawi dari nafsu itu sudah lemah, dan lemahnya itu karena tuntutan dari nafsu untuk memenuhi hasrat dan gairah duniawi sudah tiada. Maka pada nafsu muthmainnah ini tidak ada gejolak tuntutan untuk memenuhi hasrat dan gairah duniawi, sehingga nafsu itu menjadi tenang.

<>.Nafsu pada dasarnya adalah berhasrat dan bergairah pada dunia. Dan di dalam hasrat dan gairah pada dunia terdapat tuntutan-tuntutan untuk memenuhi hasrat dan gairah duniawi tersebut.

<>. Sedangkan nafsu muthmainnah tuntutan untuk memenuhi hasrat dan gairah duniawinya sudah tidak ada, sehingga nafsu tersebut mudah dikendalikan. Dan pada nafsu muthmainnah setelah tahu bedanya mana yang baik dan   buruk   Tetapi walaupun tuntutan untuk memenuhi hasrat dan gairah duniawi tidak ada, nafsu muthmainnah masih ada ketertarikan kepada duniawiah, tapi sebatas tertarik saja, tuntutan untuk memenuhinya sudah tidak ada, sehingga walaupun tertarik nafsu muthmainnah tidak ada gejolak untuk memenuhi hasrat dan gairah duniawi.

<>.Ciri dari pada nafsu muthmainnah :
- Tertarik, tapi nafsu tidak menuntut untuk memenuhi ketertarikan tersebut
- Ingin tahu baik atau tidak, dan nafsu mau diinformasi oleh pemikiran-pemikiran akal serta keimanan, dan seandainya menurut pemikiran-pemikiran tersebut tidak baik, nafsupun mudah untuk diarahkan mengambil keputusan yang baik dan meninggalkan yang tidak baik.Kalau nafsu kita sudah nafsu muthmainnah, dikatakan di dalam surat al fajr (89) ayat 27-30

<>.“Wahai nafsu yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh kepuasan kesenangan dan diridhoi oleh Allah SWT, dan masuklah dalam golongan hamba-hambaKu yang baik, dan masuklah ke dalam surgaKu”Untuk mengetahui nafsu kita sudah nafsu muthmainnah atau belum yaitu nafsu dalam menyikapi sesuatu ada gejolak atau tidak (gejolak tuntutan yang tak terkendali) kalau masih ada berarti nafsu muthmainnahnya  belum ada.Misalnya ketika ada orang lain yang menghina kita,

  <>.maka sebenarnya keinginan nafsu kita adalah tidak terhina, keinginan nafsu kita dihormati, maka tentu saja begitu kita dihina, nafsu merasa tidak cocok pada hinaan tersebut.

 <>. Dan kalau nafsu kita itu nafsu muthmainnah, maka tidak ada tuntutan “aku harus dihormati, tidak bisa terima kalau aku dihina”, sehingga walaupun dihina tidak ada gejolak dari nafsu tersebut. Dan ketika nafsu merasa tidak cocok dengan hinaan, kemudian nafsu itu bereaksi,  dengan mempertimbangkan baik dan buruknya , itulah yang disebut nafsu muthmainnah, nafsu yang tenang, tidak ada gejolak tuntutan apa-apa.Di saat nafsu muthmainnah muncul dalam diri kita, segeralah wujudkan kecenderungan baik dari nafsu muthmainnah itu.

 <>.Contoh lain misalnya ketika tiba waktu sholat maghrib, lalu ada sinetron yang disukai di televisi, dan nafsu berhasrat untuk menonton sinetron. Kemudian ditontonlah sinetron itu, tapi dalam hatinya bergejolak karena memikirkan sholat maghrib yang belum dilakukan dan waktunya hanya sedikit, dan nafsu mempengaruhi untuk terus menonton sinetron, sehingga dalam hatinya terjadi pertarungan antara tuntutan nafsu untuk memenuhi hasratnya menonton dengan keimanan agar berhenti menonton.Maka yang harus kita lakukan adalah memenangkan tuntutan imannya, sehingga melemahkan tuntutan untuk memenuhi hasrat duniawi dari nafsu tersebut, dengan begitu kita mengarahkan nafsu kita kepada nafsu muthmainnah.

<>.jikaa pada diri kita ada kecenderungan kepada nafsu muthmainnah, maka kembangkan, ikuti, jangan sampai begitu nafsu kita,{ muthmainnah}, kemudian tidak dikembangkan. Dengan diri kita mengembangkan nafsu muthmainnah berarti kita ini sedang menuju ridho Allah  SWT.

             ………. editan cara ciri al’ilmu dan kitab riyadussolihin………….


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: